Berawal dari pesan singkat sekitar tiga bulan yang lalu,  ketika saya diajak  bergabung menjadi salah satu Sterring Committe mendampingi panitia pelaksana PKM2015. Saya memantapkan hati ditengah-tengah aktifitas yang cukup padat. Tidak tanggung-tanggung, saya harus menolak secara halus beberapa tawaran  Wedding dan Event yang menjadi pekerjaan utama  agar tetap fokus mengawal pelaksanaan PKM2015.

Pesta Komunitas Makassar sendiri telah memasuki tahun kedua. Pertama kali terselenggara pada tahun 2014, dengan melibatkan 75 komunitas , dengan persiapan kurang lebih sekitar enam bulan. Sebagai kegiatan yang pertama kali dilaksanakan, acara ini terbilang sukses. Setidaknya Monumen Mandala menjadi saksi pada tanggal 25-26 Mei 2014 bagaimana 75 komunitas memiliki wadah pemersatu visi dan misi untuk perkembangan kota Makassar ke depan.  Tentunya masih terdapat banyak kekurangan  dalam pelaksanaan PKM 2014. Sebagai salah satu orang yang terjun langsung di belakang panggung tahun lalu, saya pun memiliki catatan pribadi yang cukup panjang dan menjadikannya referensi untuk pelaksanaan PKM berikutnya. Tantangan terberat tentu saja bagaimana agar kegiatan ini tidak terlihat hanya sebagai kegiatan “hura-hura”,  namun dapat memperlihatkan proses sinergi antara komunitas di Makassar.

pesta_komunitas_makassar_pkm_2014

   Pesta Komunitas Makassar 2014, 25-16 Mei 2014, Monumen Mandala Makassar.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, persiapan PKM 2015 kali ini hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Dengan jumlah peserta nyaris dua kali lipat dari tahun sebelumnya, tentunya bukan hal yang mudah mengakomodir ide dan gagasan dari 130 komunitas.

Enam minggu terakhir bahkan panitia semakin rutin melaksanakan rapat dadakan mulai sore hingga dini hari. Siklus tidur dan ritme hidup mulai terganggu. Tidak terhitung konflik internal dan eksternal yang terjadi.  Setiap ide, konsep, dan gagasan terbaik pun ditumpahkan. Namun selang waktu kemudian “bahan mentah” harus kembali berubah seiring dengan kondisi jumlah peserta yang terus bertambah.

Fort Rotterdam, 6-7 Juni 2015

Hari “H” pun tiba, setelah melakukan kesepakatan dengan  pelaksana Makassar Indonesian Writter Festival yang melakukan kegiatan di lokasi yang sama hingga tanggal 05 Juni 2015, panitia kembali menggenjot  tenaga. Loading perlengkapan, lighting, panggung, dan kurang lebih 60 unit tenda, hanya dapat dilakukan pada saat saat tertentu, tepatnya tanggal 05 Juni dari pukul 00.00-06.00 Wita, dan tanggal 06 Juni dari pukul 00.00 -09.00 Wita. Itu berarti bahwa panitia hanya memiliki waktu 15 Jam, untuk menyiapkan Fort Rotterdam menjadi lokasi pelaksanaan PKM 2015.

Pukul 11.00 Wita pengunjung mulai berdatangan.  Seluruh komunitas dari kategori  hobby, travelling, IT dan Onliners, Sosial edukasi dan lingkungan, kreatif, hingga Foto dan videography mendadak sibuk menjawab beberapa pertanyaan pengunjung . Sesekali mereka memberi pemahaman lebih mendalam seperti apa komunitas mereka. Setiap komunitas nyaris menebar virus mereka masing-masing. Tidak sedikit dari pengunjung yang langsung mendaftar menjadi member baru sesuai dengan minat mereka.

Menjelang siang, sekitar pukul 13.00 Wita, area pameran komunitas mulai sepi pengunjung. Tampak hanya sekitar 2-3 orang yang menjaga booth setiap komunitas. Sebagian pengunjung bergeser memadati foodcourt area , selebihnya tersebar di beberapa selasar area Fort Rotterdam mengikuti kegiatan Project Kolaborasi yang menjadi “hidangan utama” PKM2015.


CGzBh9LUAAAMiWX

Suasana Project kolaborasi

(setiap perwakilan komunitas memaparkan ide terbaik untuk dilaksanakan bersama)

Project kolaborasi merupakan modifikasi dari item kegiatan kelas kolaborasi tahun lalu. Jika kelas kolaborasi lebih menekankan pada konsep coaching clinic maka pada project kolaborasi, masing masing komunitas setiap kategori, diberi waktu untuk memaparkan ide terbaik sekaligus next  project mereka. Selanjutnya akan  dipilih dua ide terbaik dari setiap kategori untuk diwujudkan secara bersama-sama. Nyaris selama tiga jam,secara paralel “perang ide” berlangsung alot di setiap kategori komunitas.

Matahari  perlahan beranjak ke barat, pengunjung makin ramai, lahan parkir penuh hingga terpaksa harus menutup sebagian arus jalan. Di depan panggung utama nampak beberapa gadis cilik dari KPAJ (KOmunitas Pencinta Anak Jalanan)  mengenakan baju bodo putih membawakan tari Tulolona.

Kegiatan berlanjut dengan beberapa permainan kelompok  yang mulai dari sarung bersinergi, pipa bocor, bakiak dan permainan lainnya. Seakan tidak ingin berhenti memuaskan pengunjung, terdapat juga area Family Space bagi mereka yang datang bersama keluarga, mulai dari taman bermain khusus anak kecil, area selonjoran sambil ngemil menikmati kegiatan yang berlangsung, hingga ayunan bergantung (hammock) . Sesekali terdengar Jinggle PKM2015 mengalun, membuat suasana lebih ceria di bawah langit Fort Rotterdam.

Pukul 18.30 Wita, malam panggung kolaborasi dimulai. Selama tujuh menit sekitar 100 performance beraksi sekaligus dalam satu aksi panggung.  Diawali dengan live band opening  lintas komunitas, Indonesian Drummer Makassar, YUI Lovers, Makassar Beatbox Squad, Standup Comedy, Hijabers, dan Makassar Talent hijab Community yang berharmoni membawakan aransemen  “Ekspresi”  Titi Dj hasil ulikan mereka, mengiringi aksi kolaborasi  tari, parkour freestyle, fashion show, hingga pembawa panji bendera masing masing komunitas yang beratraksi di depan panggung. Sorak riuh tepuk tangan pengunjung tidak berhenti menggema hingga pertunjukkan selesai.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU  oleh Kepala Dinas  Pariwisata dan Ekonomi kreatif Kota Makassar, sekaligus membuka PKM 2015 secara resmi.

CG0PUtdVAAA7hiA

Opening ceremonial malam panggung kolaborasi PKM2015

Panggung semakin panas, setiap pengisi acara berkolaborasi minimal dengan komunitas lain untuk beraksi di panggung utama. Mereka seolah berlomba untuk memberikan hiburan terbaik bagi warga Makassar. Bahkan pengunjung tidak sadar ketika Band Pajappa membawakan Jinggle PKM 2015 sebagai tanda  puncak hari pertama.

CG5KIGyUQAEk1E9

Hari ke dua PKM 2015, penonton terlebih dahulu memadati area depang panggung sebelum acara dimulai

Hari ke dua PKM 2015 berlangsung lebih meriah. Bahkan mata Indonesia berpaling sejenak. Secara tidak sengaja #PKM2015 sempat menjadi trending topic ke dua  di twitter. Tidak hanya itu,mengutip pernyataan salah satu personil kemanan setempat selama sepuluh tahun saya menjaga tempat ini, belum ada kegiatan yang seramai ini, kami khawatir dengan jumlah pengunjung yang terus membludak dan keamanan menjadi tidak terkendali”.

Mendengar hal tersebut, panitia segera melakukan briefing mendadak selama 10 menit. Merka membagi area ,menyebar dan membentuk tim keamanan sendiri.


proxy

Talkshow dan ajang curhat komunitas

proxy (1)

Malam Puncak Hari ke dua PKM 2015

Masih dihari ke dua PKM 2015, sore hari berlangsung talkshow sekaligus ajang curhat antara komunitas dengan  Kepala Dinas Pariwisata dan Ekomoni Kreatif Kota Makassar. Sementara pada malam hari, panggung tidak hanya diisi oleh performance kolaborasi, tetapi juga penganugerahan PKM Award bagi komunitas berprestasi. Malam puncak dihari kedua ditutup dengan aksi dari The Maczman yang mengajak seluruh pengunjung untuk menyanyi dan menari bersama.Nyaris semua pengunjung pulang dengan rona kepuasan malam itu setelah larut dalam euforia.

Sekilas kegiatan tersebut tidak lebih dari pagelaran aksi panggung semata. Namun sebagian dari kita mungkin juga tidak sadar bahwa untuk menampilkan satu item atraksi paggung  kolaborasi saja,  ada proses yang harus dilalui, mulai dari saling bertukar konsep dan ide, saling menyingkirkan ego, saling menyisihkan waktu khusus latihan, demi memberikan persembahan terbaik di PKM 2015

Tidak hanya itu, secara pribadi ada satu hal yang menjadi perhatian utama dalam pelaksaan PKM 2015 kali ini sekaligus menjadi PR yang belum terselesaikan. Project Kolaborasi.

Jika teman teman PKM2015 berhasil mengawal ide Project Kolaborasi dari enam kategori, dan setiap kategori memiliki dua ide terbaik, maka minimal ada dua belas ide output dari kegiatan ini.

JIka setiap ide dilaksanakan secara bersama sama minimal sekali sebulan, dapat diprediksikan, minimal selama satu tahun ke depan, setiap bulan kota Makassar akan sangat disibukkan  dengan kegiatan kegiatan positif hasil dari kolaborasi anak-anak muda Makassar. Inilah yang menjadi agenda tersembunyi PKM2015.  Agenda inilah yang harus tetap terkawal hingga PKM 2016.

Secara tidak langsung  image anak muda makassar akan bertransformasi, bukan hanya anak muda yang bisa MENUNTUT perubahan, tapi sekaligus menjadi anak muda yang MELAKUKAN  perubahan.

Tidak menutup kemungkinan,Indonesia akan menjadikan Makassar sebagai kiblat kota kreatif untuk kota kota lainnya.

Pesta baru saja dimulai anak muda !! Saatnya ber-KOLABORASI, ber-HARMONI, dan ber-AKSI yang sesungguhnya.

Salam hormat saya untuk 130 Komunitas  yang menjadi panitia pelaksana, peserta, sekaligus pengisi acara PKM 2105.

Salam, SINERGI, HARMONI, AKSI!!!

…berikutnya, dibalik layar PKM2015

Iklan